RESENSI FILM
A. Identitas
Film
Judul :
Spotlight
Genre : Biografi, Kriminal, Drama
Tayang : 3 September 2015
Durasi : 129 menit
Negara : Amerika Serikat
Bahasa : Inggris
Produser : Blye Pagon Faust, Steve Golin, Nicole Rocklin, dan
Michael Sugar.
Sutradara : Tom McCarthy
Penulis
Naskah : Josh Singer dan Tom McCarthy
Perusahaan : Anonymous
Content, First Look Media, Participant Media, Rocklin/Faust
Pemain :
§
Mark Ruffalo sebagai Michael Rezendes
§
Michael Keaton sebagai Walter
"Robby" Robinson
§
Rachel McAdams sebagai Sacha Pfeiffer
§
Liev Schreiber sebagai Marty Baron
§
Brian d’Arcy J. Sebagai Matty Carroll
§
Dll.
(Dikutip dari Wikipedia)
B. Sinopsis
Film
Spotlight merupakan film yang diadaptasi dari kisah
nyata kasus pelecehan seksual beberapa pastor katolik terhadap anak-anak.
Spotlight sendiri merupakan sebuah tim jurnalis investigasi yang berasal dari The
Boston Globe, perusahaan koran di Boston, Amerika Serikat. Tim
Spotlight sudah berdiri
sejak 1970. Tahun
2001, Spotlight beranggotakan 6 jurnalis, yakni Walter "Robby" Robinson sebagai editor dan Michael Rezendesi, , Sacha Pfeiffer, dan Matty Carroll, sebagai
reporter.
Permasalahan muncul ketika editor baru The Boston
Globe yaitu Marty Baron
menginginkan koran The Boston Global berperan penting bagi pembacanya. Tim Spotlight ditugaskan melakukan investigasi lanjutan terhadap John Geoghan,
pastor terduga pencabulan di Boston. Geoghan diduga telah melakukan aksinya
bertahun-tahun. Korbannya bahkan mencapai 80 orang, namun kasusnya
belum terungkap. Banyak korban yang dibungkam oleh pihak gereja. Aparatur
penegak hukum pun tidak bisa berbuat banyak.
Keinginan Baron melanjutkan kasus ini banyak mendapat pertentangan,
terutama dari sesama jurnalis. Mereka berpendapat akan sulit menuntut lembaga
paling sakral tersebut. Terlebih mayoritas penduduk Boston sangat mempercayai gereja
sebagai suatu tempat yang penuh kebaikan. Namun, Baron beserta Tim Spotlight tetap
mencari kebenaran dalam kasus ini.
Tim Spotlight mulai bekerja, mereka pun mendatangi orang-orang yang terkait dengan kasus ini.
Korban pertama yang diwawancarai, Phil Saviano menuturkan setidaknya ada 13
pastor yang melakukan pelecehan seksual di Boston. Kasus ini pun meluas. Tim Spotlight
menginvestigasi kasus 13 pastor ini. Tambahan informasi didapat pula dari Richard Sipe, pekerja di pusat rehabilitasi
gereja. Dari hasil penelitian Richard, target para pastor yaitu anak dari keluarga miskin,
tidak mempunyai ayah, dan memilki watak pemalu. Richard juga menuturkan kemumungkinan ada 90 pastor yang terlibat dalam kasus ini. Setelah melakukan pengecekkan,
spotlight menemukan 87 pastor dari data yang valid. Hal ini membuat Tim
Spotlight terkejut.
C.
Analisis Film
1. Kewajiban utama jurnalisme adalah pada pencarian
kebenaran. Dalam film ini Baron meminta Tim Spotlight melanjutkan penyelidikan mengenai pastor Geoghan, terduga
melakukan pelecehan seksual. sudah bertahun-tahun kasus ini seakan dibungkam.
Mereka mencari dokumen-dokumen yang ditimbun, mewawancarai para korban, dan
mencari bukti-bukti valid lainnya.
2. Loyalitas utama jurnalisme adalah kepada warga negara.
Dalam film ini, Tim Spotlight dengan
gigih mengungkap kasus tersebut. Meski pun mendapat banyak pertentangan dari
pengacara, rekan jurnalis, maupun kardinal gereja, mereka tetap berpihak
kepada korban. Tim Spotlight ingin agar masyarakat mengetahui kebenaran yang terjadi pada saat
itu di Boston.
3. Esensi jurnalisme adalah disiplin verifikasi. Dalam
film ini, jurnalis Spotlight mencari para korban sebagai saksi kasus ini. Selain itu Spotlight membuka
sebanyak mungkin sumber berita, mulai dari koran yang menerbitkan berita kasus
serupa, mengecek identitas pastor yang dicurigai, dan mendatangi orang-orang
yang berkaitan dengan kasus ini. Selain itu pada akhir cerita, Robby selaku
editor Spotlight meminta Kardinal Law untuk memverifikasi tuduhan itu. Kemudian
Tim Spotlight dapat
memberitakan kasus ini sesuai dengan apa yang terjadi.
4. Jurnalis harus menjaga independen dari objek
liputannya. Dalam Film Spotlight ini menjelaskan bahwa seorang jurnalistik dan
media massa harus merdeka dan independen tidak terpengaruh oleh kepentingan
apapun dan pihak mana pun. Ketika Robby (Tim Spotlight), dapat hasutan dari
temannya untuk damai terhadap gereja. Namun Robby tetap teguh pendirian
sehingga tidak mudah terhasut, menurutnya permasalahan ini harus diketahui
publik.
5. Jurnalis harus melayani sebagai pemantau independen
terhadap kekuasaan. Spotlight mengawasi pastor dan gereja meskipun mereka representasi dari suatu
lembaga yang kuat. Dalam film ini juga terlihat, bagaimana 5 jurnalis ikut
memperjuangkan suara-suara korban yang dulu sempat dibungkam oleh pihak gereja.
Kelima jurnalis ini menyuarakan dan melaksanakan keinginan para korban agar
para pelaku dapat dihukum.
6. Jurnalis harus memberi forum bagi publik untuk kritik
mau pun dukungan warga. Pada akhir cerita, mereka mencantumkan nomor telepon Spotlight dalam artikel Koran tersebut agar orang lain dapat menghubungi mereka dan memberikan feedback atau komentar langsung pada kantor Tim Spotlight.. Hal ini menunjukkan bahwa spotlight
memberikan forum bagi publik untuk memantau dan menyampaikan ide mengenai kasus
ini. Selain itu, ada adegan saat spotlight memberikan ruang pendapat bagi
Kardinal Law, namun Law menolak.
7. Jurnalis berusaha membuat hal penting menjadi menarik
dan relevan. Spotlight mampu mengangkat kembali kasus lama yang belum selesai
sehingga menimbulkan ketertarikan bagi pembacanya. Selain pemilihan kalimat untuk digunakan sebagai headline yaitu “Church Allowed Abuse by Priest for Years”. Kalimat ini mampu menarik ketertarikan para pembaca.
8. Jurnalis harus membuat berita yang komprehensif dan
proporsional. Jurnalis tidak hanya
membuat berita yang sensasional, namun juga memberikan panduan bagi para
pembacanya mengenaik kasus yang ada. Ini relevan dengan Tim Spotlight yang tidak hanya memuat berita tentang pelecehan seksual oleh para pastor dengan headline yang sensasional tetapi mereka juga memuat cerita-cerita pengakuan para korban sebagai cermin harapan para korban untuk bisa didengarkan dan mendapat keadilan.
9. Jurnalis harus diperbolehkan mendengarkan hati nurani
personalnya. Elemen ini tercermin saat Ben, deputi editor yang sempat menentang
keinginan Baron untuk melakukan investigasi terhadap kasus ini. Namun akhirnya
Ben tetap mengikuti hati nuraninya, bahwa kebenaran harus terungkap. Selain
itu, elemen ini juga terdapat dalam adegan Michael yang tergesa ingin segera
menerbitkan berita ini ketika bukti sudah terkumpul.
10. Warga juga memiliki hak dan tanggung jawab dalam
hal-hal yang terkait dengan berita. Dalam film ini, fokusnya hanya tertuju pada
Tim Spotlight, sehingga
elemen kesepuluh ini tidak tampak dalam film tersebut.

