Kisruh karena rebutan
gebetan atau pacar mungkin sudah sering terjadi. Namun pernahkah mendengar
kasus orang ribut karena nama kesayangan? Kisah ini terjadi antar fans Lee
Taeyong, member boy grup NCT dengan fans tiktokers Indonesia, Jason William. Kisah
ini bermula saat fans Jason memanggil dirinya dengan sebutan bubu. Ternyata,
jauh sebelum itu bubu sudah menjadi panggilan kesayangan bagi Taeyong.
Video-video tiktok Jason yang dinilai cringe
membuat fans NCT tidak terima jika panggilan kesayangan untuk idolnya digunakan
pula pada Jason. Kisruh ini semakin meluas saat Jason menyikapi hal tersebut
dengan mengatakan bahwa Taeyong tidak pernah menyapa fansnya dan kpopers hanya
bisa halu dengan memandangi poster idolnya. Sontak, api yang sudah menyala
justru membara kian besar. Fans Taeyong pun menuntut klarifikasi atas
pernyataan Jason tersebut.
Fanatisme fans terhadap idola tidak hanya dimiliki oleh bobotoh kepada persib, kampret kepada Prabowo, namun
juga dimiliki oleh kpopers terhadap idolnya. Dari kisah di atas, dapat dilihat
bagaimana fanatiknya kpopers dalam membela idolnya, meskipun untuk
permasalahan yang terlihat sepele bagi masyarakat
umum. Menurut Eliani, penulis di jurnal Jurnal Penelitian
Psikologi, fanatisme
merupakan sebuah keyakinan terhadap objek fanatik yang dikaitkan dengan sesuatu
yang berlebihan pada suatu objek, sikap fanatik ini ditunjukkan dengan
aktivitas, rasa antusias yang ekstrem, keterikatan emosi dan rasa cinta dan
minat yang berlebihan yang berlangsung dalam waktu yang lama.
Cara kpopers dalam
menunjukkan fanatisme ini sangat beragam. Mulai dari yang terkesan positif,
hingga mengarah kepada aksi cyber bullying. Hal paling mendasar yang dilakukan
oleh kpopers adalah menyimpan setiap foto terbaru dari idolnya. Bahkan jika
kita melihat galeri ponsel para kpopers ini, foto idolnya terkadang lebih
mendominasi dibanding foto-foto pribadi mereka. selain itu, kpopers bahkan rela
menghabiskan uang untuk sang idol. Uang ini
biasanya digunakan kpopers untuk berburu merchandise, seperti lighstick,
photocard, album, dll. Ada pula
yang menghabiskan uang ratusan juta untuk proyek ulang tahun idolnya. Salah
satu fans yang terkenal karena fanatisme dan royalitasnya adalah Sehun Bar, komunitas fans Sehun (member exo) yang berasal dari China.
Fanatisme ini terbukti saat Sehun melaksanakan ulang tahun ke-27, Sehun Bar mengadakan proyek besar
seperti memasang interior bertemakan Sehun di peswat dan kereta di Guangzhou, China, hingga menyewa taman
bermain Everland Park untuk disulap
bertemakan wajah Oh Sehun.
![]() |
| (Salah satu bentuk fanatisme kpopers; proyek ultah mewah untuk sang idol. Sumber: Akun twitter @/Ohsehunbar) |
Kendati banyak hal-hal yang
terkesan positif dan wajar, fanatisme ini juga bisa menimbulkan gesekan antar
fans. Dalam perkpopan terkenal istilah fanwar
(perang antar fandom), fanwar ini tak jarang berujung pada tindakan cyber
bullying. Biasanya fanwar terjadi ketika satu fandom merasa idolnya lebih baik,
kemudian menjelekkan idol lain. Kita sering mendengar ungkapan ‘orang yang kita
sukai akan selalu tampak lebih baik dari orang lain’ hal ini lah yang terkadang
memicu perang antar fandom, padahal setiap idol memiliki ciri khas
masing-masing yang tidak dapat dibandingkan dengan idol lain. Tidak hanya antar
fans, cyber bullying juga kerap dialami oleh para idol itu sendiri.
Berdasarkan hasil
pengamatan, ada beberapa hal yang dapat memicu fans membully idol. Pertama,
idol diberitakan berpacaran atau menjalin cinta dengan idol lain atau non-idol.
fanatisme yang berlebih terkadang membuat fans merasa bahwa idol adalah milik
mereka seutuhnya, sehingga mereka akan sangat marah dan kecewa jika idol ini
berpacaran. Dalam dunia kpop orang-orang ini mendapat julukan penganut BIM (Bias is mine). Selain itu, fans kpop
terkenal dengan seringnya menjodoh-jodohkan idol A dengan idol B, jadi ketika
idol A berpacaran dengan idol lain, beberapa fansnya akan membully pasangan si
idol. Kedua, kesalahan idol di masa lalu saat sebelum debut. Sebelum menjadi
idol, mereka adalah orang biasa yang terpilih untuk training di suatu agensi
dalam kurun waktu tertentu. Kebanyakan dari idol ini sudah melakukan training
sejak remaja bahkan anak-anak. Dikutip berdasarkan jurnal Konseling Religi,
salah satu fase yang dialami remaja adalah perkembangan emosi (psikis atau
mental yang mudah berubah-ubah/emosi tidak stabil) sehingga terkadang masih sulit
untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Ketiga, terpancing oleh
berita burung. Terkadang ada beberapa media masa yang merilis berita belum
jelas kebenarannya, Kpopers yang umumnya remaja ini gampang tersulut dengan
berita-berita tersebut, sehingga tanpa berpikir panjang langsung menyerang sang
idol yang diberitakan dengan komentar kebencian di sosial media.
Beberapa idol yang terkena cyber
bullying berupa hate comment bahkan mengalami depresi. Salah satunya adalah
Taeyeon, member grup perempuan SNSD itu akui dirinya depresi melalui unggahan di
instagram. Taeyeon sering sekali mendapat ujaran kebencian di kolom komentar
sosial medianya. Salah satu faktor adalah kabar hubungannya dengan idol lain pada tahun 2014. Oknum fans yang
tidak setuju menyerang kolom komentar kedua idol tersebut dengan kata-kata yang
tidak pantas hingga menyuruh mereka untuk mengakhiri hidupnya.
![]() |
| (Salah satu ujaran kebencian yang ditunjukan kepada Taeyeon. Sumber: Akun twitter @/kimtaeyonjpg) |
Komentar jahat netizen juga
dapat menjadi penyebab seseorang melakukan bunuh diri, kisah sedih ini terjadi
pula pada teman dekat Taeyeon, Sulli, Mantan personel grup f(x). Sulli ditemukan meninggal di kediamannya pada
14 Oktober 2019. Diduga sebelum bunuh diri, Sulli mengalami depresi akibat cyber
bullying yang dialaminya di sosial
media. Sulli mendapat hujatan karena pilihan berpakaian, pemikiran, dan
percintaannya. Berbeda dengan sebagian besar idol yang tampil manis dan
terkesan jaga image, Sulli justru
salah satu idol yang blak-blakan dalam berpendapat. Secara terbuka Sulli
menceritakan perjuangannya menghadapi masalah cyber bullying yang
berujung pada depresi dan masalah mental. Selain dua idol di atas, sebenarnya
masih banyak sekali kisah-kisah menyedihkan idol yang harus depresi akibat cyber
bullying yang dilakukan oleh warganet.
Menjalani kehidupan sebagai seorang idol tidak mudah. Mereka dihadapi
tuntutan tinggi untuk menampilkan citra yang sempurna dan ideal dari berbagai
pihak, mulai dari agensi hingga fansnya sendiri. Namun yang tetap harus digaris
bawahi adalah idol juga manusia yang tidak sempurna. Tindakan cyber bullying
akibat fanatisme fans yang berlebih ini justru akan menyakiti idol itu sendiri. Sejumlah agensi sempat mengambil tindakan terkait isu cyber bullying yang
dialami oleh idolnya. Misalnya, SM Entertainment yang membentuk badan hukum khusus
menindak para pelaku cyber bullying dan menerima laporan hate speech melalui
email judicial@smtown.com. Selain SM
Entertainment, JYP Entertainment juga mengambil tindakan hukum terkait ujaran
kebencian dan ancaman online kepada artisnya.
Dalam menyalurkan rasa sukanya, kpopers harus selalu rasional dalam melakukan
suatu tindakan, khususnya adalah saat bersosial media. Kemudian kpopers juga
harus tahu prioritas dan kemampuan dirinya. Ada suatu kasus di mana seorang
kpopers rela menipu teman kpopersnya karena ia butuh uang untuk membeli album sang
idol. selain itu, sering terjadi pula mencaci dan menyalahkan satu sama lain
karena dianggap tidak ikut voting dan streaming karya si idol. Inilah yang
dimaksud kpopers harus tahu kapasitas dirinya dan orang lain baik dari segi
finansial maupun waktu, sehingga tidak melakukan cara-cara buruk untuk dapat
mendukung sang idol. dari semua itu, sebenarnya hal yang tak kalah penting
adalah rasa toleransi dan menghargai antar fans. Tidak setuju terhadap sesuatu
adalah hal biasa, namun yang harus dihindari adalah menggunakan kata-kata
bermakna ujaran kebencian untuk menolak pendapat seseorang. Begitupun dalam
dunia perkpopan.
Relasi yang sehat tidak hanya perlu dibangun antar fans, namun juga
perlu dibangun antara fans dengan idolnya. Bagaimana cara membentuk relasi yang
sehat dalam mengidolakan seseorang?
1.
Pahami dan tanamkan pada diri sendiri
bahwa hubungan dengan idola hanya sebatas idol dan fans.
2. Menghargai privasi idol dengan cara
tidak mengganggu mereka saat di luar panggung dan ikut campur masalah
percintaan, keluarga, dan lain sebagainya yang tidak berkaitan dengan kehidupan
dia sebagai seorang idola.
3.
Mendukung bakat dan karya idola dengan
tetap memperhatikan kapasitas diri
4.
Boleh kecewa terhadap idol, tapi
jangan sampai mengarah pada tindakan cyber bullying
5. Selalu ingat bahwa idol pun adalah
manusia biasa yang terkadang tidak luput dari kesalahan dan tidak sesempurna image yang ditampilkan.
Kesehatan mental tidak kalah pentingnya dari kesehatan jasmani, untuk
itu sebisa mungkin hindari tindakan-tindakan yang dapat mengganggu kesehatan
mental diri sendiri maupun orang lain, misalnya fanatisme berlebih dan cyber
bullying. ketika fanatisme sudah dirasa berlebihan dan malah membuat tertekan,
rehat sejenak dari aktivitas itu. Sebab sejatinya Fangirling adalah sesuatu yang
menyebabkan kebahagiaan, bukan menyebabkan kepusingan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar